Pecahkan Batas Kolaborasi, Communiverse Renaissance 2026 Jadi Titik Temu Kebangkitan KPI se-Jawa Timur

Sabtu, 1 Agustus 2026

Diakses: 4

Bagikan:

Probolinggo – Communiverse Renaissance 2026 kembali menghadirkan ruang kolaborasi melalui Sharing Session Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) se-Jawa Timur, Kamis (30/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid ini merupakan rangkaian kedua setelah sukses menggelar screening film pada hari sebelumnya.

Sharing session tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid, Dr. Ahmad Fawaid, M.Th.I.; Ketua Program Studi KPI, Zakiyah Romadlany, M.Sos.; serta Kepala Laboratorium Broadcasting KPI, Ahmad Dafa' Asyaddad, S.Sn. Kehadiran perwakilan Program Studi KPI dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur mempertegas semangat kolaborasi yang diusung dalam agenda ini.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Communiverse Renaissance 2026, Rahmat Pria Ade Saputra, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tahun ini masih memiliki sejumlah kekurangan. Menurutnya, hal tersebut akan dijadikan bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk menghadirkan penyelenggaraan Communiverse yang lebih baik pada masa mendatang.

"Masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan Communiverse tahun ini. Namun, kami menjadikan seluruh catatan tersebut sebagai evaluasi besar agar Communiverse berikutnya dapat terselenggara dengan lebih baik, lebih besar, dan memberikan manfaat yang lebih luas," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi KPI Universitas Nurul Jadid, Zakiyah Romadlany, M.Sos., berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi awal terbentuknya kolaborasi berkelanjutan antar-Program Studi KPI di Jawa Timur. Ia juga berharap Communiverse dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas) KPI agar semakin aktif, progresif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan dunia komunikasi.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Jadid, Dr. Ahmad Fawaid, M.Th.I., menegaskan pentingnya membangun jejaring yang kuat di antara Program Studi KPI se-Jawa Timur. Menurutnya, KPI tidak cukup hanya berkembang, tetapi juga harus terus berevolusi mengikuti perubahan zaman.

Dalam pemaparannya, ia turut mengisahkan latar belakang berdirinya Program Studi KPI Universitas Nurul Jadid, yang lahir dari keinginan Yayasan dan jajaran pengurus lainnya untuk menghadirkan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa dakwah di era digital harus ditopang oleh kemampuan komunikasi yang adaptif melalui media penyiaran, desain grafis, jurnalistik, serta berbagai platform digital lainnya.

"KPI harus mampu membaca tantangan zaman. Dakwah tidak lagi hanya disampaikan melalui mimbar, tetapi juga melalui media, karya desain, jurnalistik, dan berbagai ruang digital yang kini digemari banyak orang. Inilah yang seharusnya menjadi fondasi utama Program Studi KPI," tegasnya.

Melalui Sharing Session Communiverse Renaissance 2026, Universitas Nurul Jadid berharap tercipta sinergi yang lebih erat antar-Program Studi KPI di Jawa Timur. Lebih dari sekadar forum diskusi, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya ekosistem kolaborasi yang mampu melahirkan inovasi, memperkuat jejaring akademik, serta memperkokoh peran Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam menjawab tantangan dakwah di era transformasi digital.

Pewarta : Hefrin Nawafil/KPI
Foto : Himaprodi KPI

Copyright@FAI UNUJA 2026

 

 

Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291

+628883078899
fai@unuja.ac.id
© 2023 UNIVERSITAS NURUL JADID