Fakultas Agama Islam
FAI
Senin, 16 Juni 2025
Diakses: 352
Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Ilmu Alqur’an dan Tafsir (IAT) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menyelenggarakan kajian ilmiah tafsir tematik dengan mengangkat tema “Terminologi Sahabat sebagai Perantara Awal Syariat dalam Perspektif Al-Qur’an”, Kamis (12/06), bertempat di ruang C3.01 Gedung C, Universitas Nurul Jadid.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Sayyid Ali Haidar, M.Hum., peneliti kajian Al-Qur’an dan tafsir, serta dimoderatori oleh Ahmad Haikal Sya’roni. Acara ini diikuti oleh sekitar 40 mahasiswa Prodi IAT UNUJA serta para penggiat studi tafsir dari berbagai kalangan.
Dalam pemaparannya, Ali Haidar menekankan bahwa posisi para sahabat Nabi Muhammad saw. dalam proses transmisi syariat merupakan isu fundamental dalam studi Islam, baik secara historis maupun metodologis. “Eksistensi sahabat sebagai mata rantai pertama dalam penyampaian ajaran Islam merupakan pijakan penting dalam kajian tafsir tematik,” jelasnya. Ia merujuk pada QS. Al-Nisa’ (4): 59 sebagai dasar normatif dalam menyikapi perbedaan pandangan terkait otoritas dan peran sahabat, dengan penekanan pada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama.
Kajian ini juga menyoroti perbedaan pandangan ulama mengenai definisi sahabat, yang lahir dari variasi pendekatan keilmuan antara mazhab-mazhab Islam. Dalam konteks ini, pendekatan tafsir maudhū‘i dipandang efektif karena mampu menghimpun ayat-ayat relevan dalam satu kerangka tema besar untuk menghasilkan pemahaman yang utuh dan mendalam.
Respon positif disampaikan oleh para peserta. Salah satu peserta, Maghfiroh (mahasiswi semester 2), mengungkapkan bahwa kajian ini membantunya memahami dimensi historis sekaligus teologis peran sahabat. “Selama ini saya mengira sahabat hanya tokoh sejarah, tapi melalui kajian ini saya jadi paham bahwa peran mereka sangat signifikan dalam sistem transmisi ajaran Islam. Ini membuka wawasan saya,” ujarnya.
Peserta lain, Taufiq (mahasiswa semester 4), juga menambahkan bahwa pendekatan tematik memberikan perspektif baru dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an. “Sampai saat ini, di semester bawah, kami baru belajar pengantar tafsir tematik secara runut, tapi dengan pendekatan tematik ini kami bisa lebih awal melihat keterkaitan ayat secara tematik yang lebih luas dan relevan”, jelasnya.
Ketua Himaprodi IAT, Ahmad Haikal Sya’roni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Himaprodi IAT dalam rangka penguatan literasi tafsir tematik. “Kami berharap kajian ini dapat menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk lebih aktif meneliti tema-tema kontemporer dengan pendekatan tafsir yang relevan dan akademik,” ungkapnya.
Dengan semangat keilmuan dan cinta terhadap Al-Qur’an, kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata Prodi IAT UNUJA dalam mengembangkan tradisi keilmuan tafsir tematik yang kontekstual dan kritis—khususnya tema-tema dengan wawasan keindonesiaan yang menjadi ciri khas Prodi IAT UNUJA.
Pewarta : Haikal
Editor : MW
Foto : Yongki
Copyright © FAI UNUJA 2025
Himaprodi IAT UNUJA Bangun Dialog Kemanusiaan Melalui Kajian Tafsir Mubadalah
Sabtu, 20 Desember 2025
Himpaprodi IAT UNUJA Gelar Pelatihan Kepenulisan Ilmiah untuk Perkuat Budaya Literasi Mahasiswa
Sabtu, 13 Desember 2025
Kajian Tafsir: Tafsir Al-Qur’an dan Keteladanan Rasulullah bagi Manusia Modern
Sabtu, 13 Desember 2025
Ketika Khamr Diharamkan, Akal Dihidupkan: Catatan dari Kajian Rutin Tafsir Himaprodi IAT
Sabtu, 8 November 2025
Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291
+628883078899