Fakultas Agama Islam
FAI
Sabtu, 20 Desember 2025
Diakses: 91
Ruang C3.01 kembali menjadi ruang perjumpaan gagasan dan perenungan intelektual pada Kamis, 18 Desember 2025, pukul 08.00 WIB. Di tempat inilah Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Ilmu Alqur’an dan Tafsir (IAT) menyelenggarakan Kajian Tafsir dengan tema “Relasi Mubadalah Umat Beragama: Kesetaraan Martabat Manusia dalam Perspektif QS. An-Nisa’: 1.” Sekitar 50 mahasiswa IAT UNUJA, baik putra maupun putri, tampak memenuhi ruangan dengan antusiasme dan semangat belajar yang tinggi.
Kajian dibuka dan dimoderatori oleh M. Alkan Dias dengan pengantar reflektif mengenai pentingnya membaca Al-Qur’an secara kontekstual, khususnya dalam menghadapi realitas masyarakat yang majemuk. Menurutnya, tafsir Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai penjelasan teks, tetapi juga sebagai panduan etis dalam membangun relasi sosial yang adil dan manusiawi.
Sebagai pemateri, Ustadz Muhammad Yaufi Nur Muti’ullah, M.A., menyampaikan paparan secara sistematis dengan bahasa yang jernih dan mudah dipahami. Ia menguraikan konsep mubādalah sebagai prinsip kesalingan yang menempatkan seluruh manusia pada martabat yang setara, tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun jenis kelamin.
Dalam pemaparannya, Ustadz Yaufi mengajak peserta menelusuri makna QS. An-Nisa’: ayat 1 sebagai fondasi teologis tentang asal-usul kemanusiaan yang sama. Ayat tersebut, menurutnya, menegaskan bahwa seluruh manusia berasal dari satu sumber penciptaan, sehingga relasi antarmanusia—termasuk antarumat beragama—harus dibangun atas dasar penghormatan, keadilan, dan kesalingan. Diskusi pun berlangsung dinamis, menghadirkan dialog kritis yang memperkaya perspektif peserta.
Antusiasme mahasiswa tercermin dari berbagai tanggapan yang disampaikan. Ibnu Abdul Mu’ti, mahasiswa IAT semester III, menilai kajian ini membuka ruang berpikir yang lebih luas mengenai peran tafsir Al-Qur’an dalam menjawab tantangan zaman. “Tema yang diangkat sangat relevan dan mendorong kami untuk lebih peka terhadap isu-isu kemanusiaan,” ujarnya.
Sementara itu, Elza Aulia Dwi Andini, mahasiswi IAT semester I, mengungkapkan bahwa kajian ini memberikan perspektif baru sejak awal masa studinya. Ia merasa termotivasi untuk mendalami tafsir Al-Qur’an tidak hanya sebagai disiplin akademik, tetapi juga sebagai sarana membangun sikap saling menghargai dalam kehidupan sosial.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Prodi IAT, Abd. Basid, M.Th.I. Ia menilai tema kajian memiliki kekuatan akademik sekaligus relevansi sosial yang tinggi. Menurutnya, gagasan dan hasil diskusi dalam kajian ini layak ditindaklanjuti dalam bentuk tulisan ilmiah, seperti artikel dan jurnal, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Himaprodi IAT berharap semangat dialog, kesalingan, dan penghormatan terhadap martabat manusia terus tumbuh di kalangan mahasiswa. Kajian tafsir ini tidak sekadar menjadi pertemuan ilmiah, melainkan juga langkah kecil menuju pemahaman Al-Qur’an yang lebih hidup, kontekstual, dan membumi.
Pewarta : Ayu
Editor : Haikal
Foto : Maulana
Hak Cipta © FAI UNUJA 2025
Himpaprodi IAT UNUJA Gelar Pelatihan Kepenulisan Ilmiah untuk Perkuat Budaya Literasi Mahasiswa
Sabtu, 13 Desember 2025
Kajian Tafsir: Tafsir Al-Qur’an dan Keteladanan Rasulullah bagi Manusia Modern
Sabtu, 13 Desember 2025
Ketika Khamr Diharamkan, Akal Dihidupkan: Catatan dari Kajian Rutin Tafsir Himaprodi IAT
Sabtu, 8 November 2025
Dari Ayat ke Usaha: Mahasiswa IAT UNUJA Meriahkan Business Showcase 2025
Kamis, 31 Juli 2025
Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291
+628883078899