Fakultas Agama Islam
FAI
Sabtu, 13 Desember 2025
Diakses: 124
Ruang C3.01 Universitas Nurul Jadid, Kamis (4/12) pagi, menjadi ruang dialog keilmuan yang hidup. Sejak pukul 08.00 WIB, Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Alqur’an dan Tafsir (Himaprodi IAT) menggelar Kajian Tafsir bertema “Rasulullah sebagai Role Model Manusia Masa Kini”. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya penguatan tradisi ilmiah sekaligus pembinaan kapasitas mahasiswa dalam memahami tafsir Al-Qur’an secara kontekstual.
Kajian dipandu oleh Ahmad Nur Arifah sebagai moderator. Dalam pengantar diskusinya, ia menegaskan bahwa tafsir Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam menghadirkan sosok Rasulullah saw sebagai teladan hidup, bukan hanya sebagai figur sejarah, tetapi sebagai model etika dan moral yang relevan bagi manusia modern.
Pemateri kajian, Ibnu Abdul Mu’thi, mahasiswa Program Studi Ilmu Alqur’an dan Tafsir semester III, tampil dengan pemaparan yang sistematis dan komunikatif. Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya menyampaikan ajaran normatif, tetapi juga membentuk gambaran kepribadian Rasulullah saw. melalui ayat-ayat yang menegaskan akhlak, kepemimpinan, dan kemanusiaan beliau.
Dalam paparannya, Ibnu sapaan akrabnya, menekankan bahwa tafsir Al-Qur’an berfungsi sebagai jembatan antara teks wahyu dan realitas kehidupan. Melalui pemahaman tafsir yang tepat, mahasiswa diajak melihat bagaimana nilai-nilai keteladanan Rasulullah—seperti kejujuran, empati, keadilan, dan kesabaran—dapat diterjemahkan ke dalam konteks sosial, akademik, dan profesional masa kini.
“Rasulullah saw. dalam Al-Qur’an tidak hanya ditampilkan sebagai utusan Tuhan, tetapi juga sebagai manusia teladan yang akhlaknya dapat dijadikan rujukan dalam menghadapi tantangan zaman modern,” ujar Ibnu dalam salah satu penegasannya.
Diskusi berlangsung aktif. Para peserta terlibat dalam dialog yang menggali hubungan antara tafsir ayat-ayat tentang Rasulullah dan realitas kehidupan mahasiswa. Forum ini sekaligus menjadi ruang latihan akademik bagi mahasiswa untuk berani mengemukakan pendapat, menyampaikan pertanyaan, dan membangun argumentasi ilmiah secara terbuka.
Dwi Nayla Nurillah, mahasiswi IAT semester III, menilai kajian ini memberi pengalaman berharga karena menghadirkan perspektif tafsir yang dekat dengan kehidupan mahasiswa. Ia juga mengapresiasi keberanian pemateri yang berasal dari kalangan mahasiswa. “Ini menunjukkan bahwa kajian tafsir tidak hanya milik dosen, tetapi juga ruang tumbuh bagi mahasiswa,” ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Subhan, mahasiswa semester I, mengungkapkan bahwa kajian ini memperluas pandangannya tentang studi tafsir. Menurutnya, memahami Al-Qur’an melalui tafsir tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan sikap hidup. Ia mengaku termotivasi untuk mendalami tafsir dan suatu saat tampil sebagai pemateri.
Melalui kajian ini, Himaprodi IAT Universitas Nurul Jadid berharap tafsir Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai disiplin akademik, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter mahasiswa. Keteladanan Rasulullah saw. diharapkan dapat terus dihidupkan melalui pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an yang kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan manusia modern.
Pewarta : Siti Mas’udah
Editor : Haikal
Foto : Maulana
Hak Cipta © FAI UNUJA 2025
Himaprodi IAT UNUJA Bangun Dialog Kemanusiaan Melalui Kajian Tafsir Mubadalah
Sabtu, 20 Desember 2025
Himpaprodi IAT UNUJA Gelar Pelatihan Kepenulisan Ilmiah untuk Perkuat Budaya Literasi Mahasiswa
Sabtu, 13 Desember 2025
Ketika Khamr Diharamkan, Akal Dihidupkan: Catatan dari Kajian Rutin Tafsir Himaprodi IAT
Sabtu, 8 November 2025
Dari Ayat ke Usaha: Mahasiswa IAT UNUJA Meriahkan Business Showcase 2025
Kamis, 31 Juli 2025
Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291
+628883078899